Memang susah jadi rakyat . Kalau nggak panjang2 usus bisa frustasi dan stress berat. Beban dan problem hidup ber tubi2 seolah tanpa ampun menerjang dan melibas tiada henti.
Rasanya sebagian besar dari kita semua dari yang distrata paling atas sampai yang paling bawah seolah tidak lagi peduli dengan yang namanya nurani,moral,iktikad baik,sportifitas,jiwa ksatria etc. Konon kata orang "Dengan cara apapun ditempuh yang penting happy".
Pemimpin2 kita baik yang formal maupun non formal dengan kapasitas dan wewenang yang dimiliki (bahkan sering melebihi kapasitas dan wewenang yg semestinya) seakan lupa dengan tugas dan tanggungjawab yg seharusnya dijalankan. Demikian juga dengan kebanyakan kita rakyat kecil meski dg alasan yang berbeda (dan lebih sering disebabkan krn kerasnya pergulatan hidup) tidak jarang berperilaku tidak terpuji. Sudah sedemikian ruwetnya tatanan hidup ditanah tercinta ini,sehingga sering sulit kita membedakan baik-buruk,benar- salah,halal-haram,yang hitam ternyata putih-yang putih jebulnya item Whalaahh..hh.
Orang/Badan/Lembaga yang seharusnya menjadi panutan,teladan ,tempat dimana kita mengadu dan berlindung,ehh malah mencederai,menghianati bahkan menelikung dan memeras kita. Sementara kebanyakan saudara2 kita yang semestinya sangat patut disantuni,dikasihani dan diperhatikan,tidak jarang justru sering berperilaku konyol.
Saya berpikir problem terbesar yang kita hadapi sekarang ini bukan sekedar masalah ekonomi,tetapi masalah moral. Kita sedang menghadapi krisis moral,etika,budipekerti dan semangat gotong royong,yang melanda disegala sektor kehidupan dan tatanan sosial masyarakat kita. Sebenarnyalah Bangsa ini sedang sakit.
Tragedi kehidupan silih berganti menghiasi detik demi detik,step demi step kehidupan Bangsa ini. Dari mulai bencana alam,musibah kecelakaan,kasus dekadensi moral,korupsi,hingga pemalsuan produk2 yang dikonsumsi masyarakat,bahkan air dan beraspun dipalsukan!! Masya Allah!!!!.
Saya kira,kita.., siapun kita,Presiden kek,Menteri kek, Anggota DPR kek,Pemuka2 Agama kek,Tokoh2 Politik kek,Cendekiawan kek,Wartawan kek,Tukang Becak kek,Petani kek,Pemulung kek,TEKEK KEK, dan tentu so pasti saya dan anda yang membaca posting ini tanpa kecuali hrs lebih sering berkaca diri,berdialog dengan hati nurani masing2,hentikan kebiasaan mengarahkan jari telunjuk tangan kita ke orang lain,arahkan kediri kita sendiri. Hening...hening...dengarkan nurani kita yang fitri,.... hening...hening....adem..hmm..bak air telaga Jonggring Saloka...!!
Jangan hanya baju dan beras yang diputihkan,tetapi hati yang hitam inipun harus diputihkan (tapi jangan pakai bahan pemutih ..... Asli lhoooo...!!!!)
Jumat, 22 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar