Jumat, 22 Agustus 2008

NAMA BAIK (…?? )

Dilayar TV, artis yang ayu jelita dan seksi itu dengan nada marah menyatakan akan menuntut karena merasa nama baiknya tercemar.

Sebelumnya, disiaran berita tv, bapak bupati itu menyesalkan berita yang dinilainya tidak benar dan mencoreng nama baik dan kehormatannya.

Dilain kesempatan ada Pak Bupati, pak Kapolres, Pak Kapolda, pak Gubernur dan pak-pak lainnya termasuk Yang terhormat Anggota De Pe Er sering kita saksikan di media melancarkan protes, keberatan ataupun kemarahan karena merasa nama baiknya dicemarkan, kehormatannya dirusak.

“ Pulihkan NAMA BAIK SAYA”

“ Telah Mencemarkan NAMA BAIK SAYA”

“ Ini adalah Pembunuhan Karakter”

“ Telah MENYINGGUNG KEHORMATAN SAYA”

Adalah beberapa contoh kalimat yang sering kita dengar, apabila pejabat, artis,tokoh2 kita menghadapi masalah.

“NAMA BAIK” adalah dua suku kata yang ambivalent.

Memang sudah selayaknyalah kita bangga dengan Nama pemberian orang tua kita sejak kita dilahirkan di muka bumi ini.

Yang menjadi pertanyaan, yakinkah kita setelah sekian puluh tahun menyandang nama kebanggaan pemberiaan orang tua, kita masih mampu menjaga bahkan menaikkan keharuman dan kebaikan nama itu??

Yakinkah kita kalau kita masih layak bangga dengan kebaikan dan keharuman nama itu??

Layakkah kita merasa tersinggung dan marah, sehingga harus minta kepada khalayak untuk mengembalikan harkat dan martabat nama baik itu??

Yakinkah kita kalau sesungguhnya yang mencoreng nama baik kita bukan diri kita sendiri??

Atau barangkali kita merasa bahwa dengan mengendarai mobil pribadi, pakaian berdasi, berada diruangan yang sejuk dan wangi, serta sering nongol di televisi sudah cukup membuktikan kalau kita adalah orang baik dan layak dihormati ??

Tidak ada komentar: